Skip to content →

Tag: politik

Gus Dur, Dari Pesantren ke Istana

Dari Pesantren Ke Istana: Biografi Presiden ke-4 Indonesia Kiai Haji Abdurrahman Wahid Book Cover Dari Pesantren Ke Istana: Biografi Presiden ke-4 Indonesia Kiai Haji Abdurrahman Wahid
Inisiatif Buku Darul Ehsan IBDE
Greg Barton, Al-Mustaqeem Mahmod Radhi (Penterjemah)
Awal Nahdah Resources
2016
Paperback
529

Sedari awal lagi, Prof Greg Barton mengakui bahawa biografi Gus Dur ini sebagai satu biografi yang subjektif dan cuba mempersembahkan Gus Dur sebagai tokoh, dan idea-idea liberalnya dalam konteks Indonesia dalam bentuk mudah. Pada beberapa bab awal, susunan biografi ini tidaklah sepenuhnya berdasarkan kronologi. Diselitkan di beberapa tempat huraian mengenai tatanan keagamaan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Muslim dan Jawa.

Gus Dur, sebagai anak pemuka Islam yang terkenal di Pulau Jawa yakni Kiai Wahid Hasyim yang pernah menjadi menteri agama, juga merupakan cucu kepada pendiri ormas Nahdlatul Ulama’ (NU), Kiai Hasyim Asy’ari. Hal ini sangat mirip dengan seorang lagi tokoh dari ormas berseberangan dengan NU, iaitu buya HAMKA (Muhammadiyah dan Masyumi). Namun keduanya mempunyai kecenderungan serupa, ulat buku sedari kecil dan peminat karya seni dan persuratan.

Seperti buya HAMKA remaja, Gus Dur remaja sering kali mencari kesempatan untuk menonton wayang baik ketika menuntut di pesantren, di Al-Azhar hinggalah ke Baghdad. Buku dan seni membesarkannya sebagai sosok cendekiawan, namun kepintarannya dalam bidang agama turut dimanfaatkan para kiai khususnya untuk mengajarkan bidang usul fiqh dan tasawuf beberapa ketika di Jombang, sebelum beliau berhijrah ke kota Jakarta.

Leave a Comment